Ramadhan Momen Membangkitkan Literasi Keluarga

Berdasarkan tulisan dari sebuah artikel yang berjudul : “TEKNOLOGI Masyarakat Indonesia : Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos” yang dimuat pada laman kominfo.go.id menuliskan bahwa menurut UNESCO Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Padahal kita sering membaca slogan-slogan “Membaca Membuka Jendela Pengetahuan”

Membaca juga banyak mendatangkan manfaat bagi kita. Setidaknya ada sepuluh manfaat dari membaca, yaitu : 1). Stimulus mental, 2). Mengurangi stress, 3). Pengetahuan,  4). Memperbanyak kosa kata,  5). Memperbaiki memori, 6). Ketrampilan berpikir kritis, 7). Meningkatkan konsentrasi, 8). Keterampilan menulis, 9). Ketenangan, dan 10). Hiburan. (kompas.com).

Bagi umat muslim, sebenarnya membaca telah diperintahkan semenjak dahulu kala. Surat yang pertama diturunkan Allah SWT dalam ayat yang pertama adalah “Iqra’ bismirabbikal ladzi kholaq” “Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al Alaq :1). Artinya perintah untuk membaca sudah semenjak dahulu diperintahkan oleh Allah SWT. Begitu pentingnya membaca bagi pembangunan mental, spiritual,  dan peradaban manusia di muka bumi ini. Membaca juga akan menjauhkan kebodohan pada manusia.

Al Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadhan, didalamnya memuat banyak cerita tentang kisah umat terdahulu dan peristiwa masa mendatang. Dari kisah-kisah masa lalu yang sarat makna dan hikmah, serta kejadian niscaya di masa depan, diharapkan umat manusia memikirkan dan dapat mengambil pelajaran. Sudah menjadi kodrat bahwa manusia suka cerita sehingga wahyu yang diturunkan sebagian besar dalam bentuk cerita atau kisah.

Saat ini umat Muslim diseluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pada bulan Ramadhan pula Al Qur’an diturunkan. Dalam bulan Ramadhan ini adalah momen yang baik untuk membangkitkan literasi dalam keluarga. Orang tua harus membangkitkan anak-anaknya untuk berliterasi dalam bulan Ramadhan. Kegiatan berliterasi yang paling utama dalam bulan Ramadhan adalah tadarus Al Qur’an, karena sebaik-baiknya sumber literasi adalah Al Qur’an.

Kegiatan literasi selanjutnyaa yang dapat dilakukan dalam mengisi Ramadhan adalah membaca buku-buku kisah Nabi dan Sahabat Nabi. Orang tua bisa menyediakan buku-buku tersebut yang banyak tersedia di toko-toko buku apalagi pada saat bulan Ramadhan. Biasanya toko-toko buku tersebut banyak memberikan potongan harga terhadap buku-buku agama Islam, termasuk buku-buku kisah Nabi dan Sahabat Nabi.

Orang tua juga bisa menyediakan buku-buku tersebut dengan meminjam di perpustakaan, meskipun pada saat sekarang jumlah perpustakaan yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat jumlahnya masih sangat jauh dari ideal. Tentunya ini menjadi tantangan bagi kita semua manakala kita menginginkan masyarakat memiliki kebiasaan dan gemar membaca buku dan terbiasa dengan literasi.

Buku-buku kisah Nabi dan Sahabat Nabi bisa menjadi sumber keteladanan bagi anak, karena didalamnya memuat kisah keteladanan dan tuntunan bagaimana seorang harus memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Bila anak dibiasakan membaca buku-buku ini maka didalam meorinya akan terekam dan tersimpan pelajaran akhlak dan kemudian akan mempraktikan didalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengambil contoh dari kisah-kisah tersebut dan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita bersikap, bertindak, yang pada akhirnya menjadikan kita sebagai manusia yang bertaqwa, berakhlak dan sekaligus sebagai manusia yang berkarakter

Kemajuan teknologi sekarang sangat mendukung dan mempermudah kita mencari sumber literasi. Kita bisa membaca melalui e-book, melalui situs yang menyediakan bacaan-bacan dan artikel tentang bagaimana kita berinteraksi dengan sesama manusia. Dan google play store juga menyediakan banyak sekali aplikasi tentang kisah-kisah dan panduan ber-muamalah, yang dapat di install dalam perangkat gadget kita. Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi agar dapat memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi kita, maka diperlukan pula ketrampilan dan pemahaman tentang litersi digital. Literasi digital merupakan kecakapan (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi, tetapi juga kemampuan bersosialisasi, kemampuan dalam pembelajaran, dan memiliki sikap, berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi digital. (Kemdikbud, 2017)

Literasi akan membuat kita menjadi orang yang selalu merasa ingin tahu, mencari tahu, dan tidak mudah dengan berita-berita yang beredar. Apalagi seperti yang tengah kita rasakan saat ini. Masa-masa pra dan pasca pesta demokrasi. Berita yang beredar kadang membuat masyarakat bingung. Berita bohong atau hoax seakan menjadi sajian bagi kita sehari-hari. Serangan berita bohong yang tak terkendali kadang membuat sebagian dari kita akhirinya tersihir untuk mempercayai berita bohong tersebut, dan akhirnya hanyut dalam pusaran untuk ikut-ikutan membagikan berita bohong tersebut. Keadaan yang tengah kita hadapi sekarang bagi bangsa Indonesia adalah ancaman terhadap perdamaian dan keamanan yang diakibatkan oleh sikap segelintir elite yang tidak memberikan keteladaanan sebagai seorang negarawan yang seharusnya memberikan sikap yang adem, sejuk, damai dan memberikan pembelajaran bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak kepada masyarakat. Bila keadaan seperti sekarang tidak segera diakhiri maka keterpurukan, dan jatuhnya korban tidak dapat terelakan. Dan rakyatlah yang akan menjadi korban dan menanggung kerugian tersebut.

Hampir setiap saat kita disuguhkan berita tentang perselisihan pasca gelaran pemilihan umum serentak. Saling klaim, saling menyalahkan, yang pada akhinya membuat rakyat menjadi bingung dan rentan terhadap provokasi untuk melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional yang pada akhirnya merugikan bagi masyarakat secara luas.

Keadaan yang demikian sebenarnya tidak akan terjadi bila kita sebagai bagian dari masyarakat selalu untuk mencari kebenaran dan melakukan cek dan crosscheck.  Memperkuat literasi dapat menjadi jawaban dari masalah seperti diatas. Literasi yang kuat akan menjadikan kita selalu berusaha mencari sumber yang benar, sumber yang dapat dipercaya. Kita selalu berusaha untuk  tabayyun. Arti tabayyun dalam bahasa Indonesia adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya. Hingga jelas benar permasalahannya.

Literasi akan membuat kita menjadi paham dan siap menghadapi era yang dalam dunia bisnis sering disebut dengan era VUCA. Era dimana kita mudah mengalami keadaan yang penuh gejolak (Volatility), tidak pasti (Uncertainty), rumit (Complexity), dan serba kabur (Ambiguity). Disadari atau tidak, diakui atau tidak, sekarang kita telah merasakan dan mengalami era tersebut. Salah satu upaya untuk menghadapi era tersebut adalah dengan literasi. Sumber literasi yang paling utama adalah Al Qur’an, karena didalamnya merupakan pedoman bagi manusia dalam berkehidupan dari A sampai Z.

Membangkitkan literasi akan berhasil bila semua komponen saling mendukung. Komponen yang terkecil tetapi menjadi komponen yang utama dan pertama adalah keluarga. Keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam membangkitkan semangat literasi bagi kebangkitan Bangsa Indonesia, dan Ramadhan ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membangkitkan literasi dalam keluarga tersebut. Semoga.

 

Artikel Telah Dimuat di Harian Kabar Banten

Edisi : Jum’at, 17 Mei 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: