Surat Sekretaris Kementerian PANRB tentang Pengumuman Penerimaan Calon Siswa-Siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian /Lembaga yang mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2018

2 April 2018

Bapak/Ibu dimanapun berada, berikut saya postingkan Surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tentang penerimaan Penerimaan Calon Siswa-Siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian /Lembaga yang mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2018 :

 

Informasi ini adalah resmi seperti yang dirilis pada siaran pers seperti surat dibawah ini :

SIARAN-PERS-29-Maret-2018

Semoga bermanfaat.

 

 

Iklan

Apresiasi Best Practice Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

31 Maret 2018

Apresiasi Best Practices (Practices) Tingkat Nasional Bagi Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah SD SMP SMA SMK Tahun 2018. Dengan hormat, diinformasikan bahwa dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2018, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Best Practice (Practices) Tingkat Nasional bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas kinerja dan kompetensi selama menjalankan profesinya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pemberitahuan pelaksanaan Apresiasi Best Practices (Practices) Tingkat Nasional Bagi Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah SD SMP SMA SMK Tahun 2018 tertuang dalam Surat Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor: 04311/B5/LL/2018 tertanggal 22 Maret 2018.

Persyaratan Peserta Lomba / Apresiasi Best Practice (Practices) Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2018

  1. Kepala sekolah/Pengawas Sekolah aktif pada jenjang pendidikan dasar dan rnenengah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Memiliki sertifikat pendidik.
  3. Masa kerja sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
  4. Memiliki sikap kepribadian dan sosial yang baik, dibuktikan dengan surat keterangan dan atasan langsung atau pengawas.
  5. Tidak sedang terlibat kasus hukum atau pelanggaran disiplin berat pegawai.
  6. Belum pernah menjadi pernenang I, II atau III Nasional pada kegiatan lomba best practices dan/atau pemilihan kepala sekolah berprestasi Nasional dalam 2 (dua) tahun terakhir.
  7. Setiap peserta hanya dapat rnengirimkan I (satu) naskah karya best practices.

Tata Cara Pendaftaran dan Pengiriman Naskah dalam kegiatan Lomba / Apresiasi Best Practice (Practices) Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2018

  1. Setiap peserta hanya boleh mengunggah dokumen sebanyak I (satu) kali. Oleh karena itu pastikan bahwa file yang akan diunggah sudah benar.
  2. Pendaftaran dilakukan dengan cara melakukan registrasi pada laman : http://tendikdikdasmen.kemdikbud.go.id/bestpractice2018/
  3. Setelah melakukan registrasi, peserta diharuskan login dengan cara memasukkan NUPTK/NIP dan password yang dibuat saat registrasi. Silahkan melengkapi data din dan mengunggah dokurnen-dokumen yang telah ditentukan.
  4. File naskah karya best practices harus dalam bentuk Microsoft Word (.doc/.docx) dan dibuat dalarn satu file yang tidak terpisah-pisah antara judul-kata pengantar-daftar isi-bab-daflar pustaka serta lampiran. Ukuran file maksimal 2 MB.
  5. Surat Pernyataan Peserta yang sudah ditandatangani, selanjutnya di scan dan disimpan dalam format pdf Ukuran file maksimal 2 MB.
  6. SK Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah yang masih berlaku di scan dan disimpan dalam format pdf Ukuran file maksimal 2 MB.
  7. Naskah diterima secara online paling lambat diterima tanggal 26 April 2018.

Download Surat Edaran Lomba Best Practices Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Tahun 2018 —DiSINI—-

Download Pedoman Best Practices Kepala Sekolah Tahun 2018
DiSINI—–

Download Pedoman Best Practices Pengawas Sekolah Tahun 2018
DiSINI—–

Download Surat Edaran Lomba Best Practices WIDYAISWARA Tahun 2018
DISINI—-

Download Pedoman Best Practices WIDYAISWARA Tahun 2018
DiSINI—-

Demikian informasi tentang Apresiasi Best Practice (Practices) Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah SD SMP SMA SMK Tingkat Nasional Tahun 2018, terima kasih semoga bermanfaat.


Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Fotografi Pendidikan dan Kebudayaan 2018

21 Maret 2018

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 kembali mengadakan Lomba Apresiasi Jurnalistik dan Fotografi, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018. Lomba ini terbuka untuk umum.

Lomba artikel (opini) dan karya jurnalistik (features) pendidikan dan kebudayaan bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para penulis dan jurnalis yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori artikel (opini) untuk guru, artikel (opini) untuk umum, dan karya jurnalistik (features) untuk wartawan. Tema lomba tahun 2018 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Lomba Artikel (Opini)
  1. Bentuk tulisan : Opini – untuk umum dan pendidik (guru)
  2. Dimuat di media cetak atau media daring (online) nasional atau daerah yang terbit di Indonesia
    antara 1 Mei 2017 – 20 April 2018
  3. Tulisan dimasukkan melalui kolom teks editor yang telah disediakan dalam aplikasi disertai bukti pemuatan setelah dipindai (scan) diunggah paling lambat tanggal 21 April 2018, pukul 23.59 waktu panitia ke laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  4. Artikel belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun
  5. Tidak duplikatif atau replikatif
  6. Lengkap/tuntas (masalah-Sebab-Akibat-Solusi)
  7. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksimal 8.000 karakter
  8. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel
  9. Penulis bukan birokrat/pejabat Kemendikbud pusat ataupun wartawan
  10. Peserta kategori guru adalah guru yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau
    surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  11. Setiap peserta wajib mengisi formulir identitas pengirim yaitu: nama, alamat, pos-el (email), nomor telpon/ponsel,
    Nomor Induk Kependudukan atau nomor SIM, serta mengunggah bukti pemuatan
  12. Panitia berhak menggunakan bahan tulisan yang diikutsertakan dalam lomba untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud
  13. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat

 

Lomba Karya Jurnalistik (Features)
  1. Bentuk tulisan : Features – untuk wartawan
  2. Dimuat di media cetak atau media daring (online) nasional atau daerah yang terbit di Indonesia
    antara 1 Mei 2017 – 20 April 2018
  3. Tulisan dimasukkan melalui kolom teks editor yang telah disediakan dalam aplikasi disertai bukti pemuatan setelah dipindai (scan) diunggah paling lambat tanggal 21 April 2018, pukul 23.59 waktu panitia ke laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  4. Features belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun
  5. Tidak duplikatif atau replikatif
  6. Lengkap/tuntas (masalah-Sebab-Akibat-Solusi)
  7. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maksimal 8.000 karakter
  8. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah Features
  9. Penulis adalah wartawan aktif di dibuktikan dengan Kartu Pers atau surat keterangan dari pimpinan media tempat bekerja
  10. Penulis bukan birokrat/pejabat Kemdikbud pusat
  11. Setiap peserta wajib mengisi formulir identitas pengirim yaitu: nama, alamat, pos-el (email), nomor telpon/ponsel,
    Nomor Induk Kependudukan atau nomor SIM, serta mengunggah bukti pemuatan dan Kartu Pers.
  12. Panitia berhak menggunakan bahan tulisan yang diikutsertakan dalam lomba untuk keperluan nonkomersial Kemendikbud
  13. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat

Selain Lomba diatas, Kemendikbud juga menyelenggarakan Lomba Fotografi. Maksud dari kegiatan ini adalah memberikan apresiasi terhadap foto pendidikan dan kebudayaan berbentuk lomba. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para fotografer yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori pelajar, guru, umum, wartawan, serta kategori favorit yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Tema lomba tahun 2018 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Syarat untuk Lomba Fotografi adalah, sebagai berikut :



  1. Lomba foto meliputi 4 Kategori, yaitu kategori Pelajar, Guru, Umum, dan Wartawan. Selain itu juga ada 1 juara Favorit yang mencakup keseluruhan kategori
  2. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah foto yang menggambarkan dunia pendidikan dan/atau kebudayaan di Indonesia
  3. Foto yang diikutsertakan tidak mengandung SARA dan Pornografi maupun melanggar undang-undang yang berlaku
  4. Mengirimkan foto dalam format .jpeg dengan ukuran file minimal 1 MB dan maksimal 2,50 MB, bisa menggunakan DSLR, kamera saku, kamera smartphone high resolution, dan lainnya
  5. Pemenang wajib mengirimkan file asli foto
  6. Foto berwarna (Full Colour) tanpa watermark
  7. Mencantumkan judul foto dan narasi singkat (caption)
  8. Editing foto hanya sebatas edit minor, antara lain: crop, brightness, contrast
  9. Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 karya foto
  10. Foto dibuat pada periode 1 Juni 2017 sampai 2 Mei 2018dan diterima panitia paling lambat tanggal 2 Mei 2018, pukul 16.00 WIB (waktu panitia)
  11. Diunggah ke dalam laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  12. Foto yang dikirim original, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, dan reproduksi
  13. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, foto profil, kategori yang diikuti, akun instagram, profesi, alamat, email, nomor telpon/ponsel, dan nomor induk kependudukan atau nomor SIM
  14. Peserta kategori pelajar adalah pelajar untuk jenjang SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/SMK/sederajat yang dibuktikan dengan Kartu Pelajar atau surat keterangan dari sekolah asal
  15. Peserta kategori guru adalah guru warga negara Indonesia yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  16. Untuk kategori umum, peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Indonesia
  17. Untuk kategori wartawan, karya foto sudah pernah dimuat dan melampirkan Kartu Pers serta bukti pemuatan
  18. Belum Pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba foto lainnya
  19. Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram @kemdikbud.RI dan mengunggah (repost) ulang pengumuman lomba di akun instagramnya
  20. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun instagram peserta dengan mention ke akun @kemdikbud.RI dan menggunakan tagar #lombafotokemdikbud2018
  21. Fotografer bukan birokrat/pejabat Kemendikbud pusat
  22. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba
  23. Kemendikbud berhak menggunakan/memublikasikan foto yang masuk ke panitia untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga apabila foto diperlukan untuk keperluan di atas
  24. Keputusan Panitia lomba tidak dapat diganggu gugat


Bila berminat, silahkan klik  tautan dibawah ini untuk mengetahui informasi lebih lengkap :

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2018


Daftar Nama Peserta Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018

21 Maret 2018
Bapak dan Ibu guru, semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Kali ini saya menyampaikan informasi tentang Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018. Saya berharap Bapak dan Ibu Guru termasuk dalam peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bapak dan Ibu, daftar peserta Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018 kini dapat diakses secara terbuka. Sebelumnya, daftar peserta hanya bisa diketahui guru yang sudah terdaftar di Kesharlindungdikdas. Kini, tanpa harus mendaftar di Kesharlindungdikdas kita juga bisa mengetahui daftar peserta OGN 2018. Inilah caranya!
Daftar Peserta OGN 2018
Terobosan yang ditempuh oleh Kesharlindung sangat bagus. Daftar peserta OGN kini bisa diketahui secara langsung. Daftar peserta itu dibagi ke dalam tiga kelompok: (1) administrasi, (2) penilaian syarat administrasi, dan (3) peserta terpilih.
Bagaimana cara mengetahui daftar peserta OGN 2018 ini? Cukup klik di sini, maka kita akan mengetahui data peserta OGN 2018 secara terbuka.
Untuk lebih memahami petunjuk pelaksanaannya, silahkan unduh Buku Pedoman Pelaksanaan OGN 2018 dengan mengklik tautan dibawah ini :

BUKU PEDOMAN OGN 2018 ( SD DAN SMP )

 BUKU PEDOMAN OGN 2018 ( DIKMEN )

BUKU PEDOMAN INOBEL 2018

Selamat berpartisipasi, semoga sukses…!!!!

Panduan Tahapan Perumusan Judul Penelitian Tindakan Kelas PTK

19 Maret 2018

Penelitian tindakan kelas (PTK) dapat diartikan sebagai penelitian untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, melalui beberapa tahapan kegiatan berbentuk siklus.

Penelitian ini dilakukan sebagai respon terhadap permasalahan belajar yang terjadi di kelas. Guru perlu memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dalam bentuk tindakan dengan mengubah pendekatan, metode, atau model pembelajaran, sehingga permasalahan belajar tersebut dapat teratasi.

Indikator keberhasilan penelitian tindakan ini dapat dilihat dari ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal maupun meningkatkan keterampilan dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran.

Guru perlu mengetahui langkah-langkah dalam penyusunan laporan penelitian tindakan kelas. sebagai tindak lanjut dari penelitian tindakan yang telah dilakukan.

Terdapat beberapa langkah penyusunan laporan penelitian tindakan kelas, antara lain sebagai berikut.

  1. Menentukan judul penelitian
  2. Menyusun latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
  3. Menentukan teori pendukung, kerangka berpikir, hipotesis tindakan.
  4. Menentukan metode penelitian.
  5. Menyusun instrumen penelitian.
  6. Membahas hasil penelitian tindakan.
  7. Menyimpulkan dan memberikan saran hasil penelitian.

Panduan Tahapan Perumusan Judul Penelitian Tindakan Kelas PTK

Di dalam menentukan judul penelian harus bertolak dari permasalahan yang terjadi di kelas, yang terdiri dari permasalahan guru maupun permasalahan peserta didik. Permasalahan tersebut terjadi karena ada kesenjangan antara idealisme dari harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang ada dan terjadi di kelas.

Ketentuan dalam menentukan masalah sebagai berikut: (1) introspeksi diri bahwan ada masalah dalam pembelajaran di kelas; (2) menuliskan masalah; (3) mengidentifikasi masalah yang esensial; (4) menentukan alternatif pemecahan masalah; (5) merumuskan masalah; dan (6) menuliskan judul penelitian tindakan.

a.  Menuliskan permasalahan belajar dan pembelajaran di kelas.

Berikut ini contoh permasalahan belajar IPA yang dapat dijumpai di kelas.

  • Sebagian besar peserta didik kurang menyenangi pelajaran IPA yang sifatnya menghitung.
  • Minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA rendah
  • Peserta didik banyak yang mengantuk saat jam pelajaran IPA pada jam terakhir.
  • Sebagian besar peserta didik belum memahami materi Klasifikasi Makhluk Hidup.
  • Rerata nilai ulangan harian mata pelajaran IPA materi Klasifikasi makhluk Hidup masih di bawah KKM.
  • Sebagian besar peserta didik tidak mengerjakan tugas/PR.
  • Pembelajaran yang dilakukan guru masih didominasi metode ceramah.
  • Guru belum menguasai strategi pembelajaran yang inovatif.
  • Guru tidak memanfaatkan media untuk menjelaskan materi IPA.

b.  Menentukan masalah esensial untuk diteliti

Setelah menuliskan beberapa permasalahan yang dijumpai dalam belajar dan pembelajaran di kelas, maka selanjutnya dapat dipilih materi esensial untuk diteliti.

Anda dapat memilih masalah yang paling esensial dengan mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan penelitian, efisiensi biaya, kemudahan pencarian kajian pustaka, dan permasalahan tersebut mendesak untuk diselesaikan.

Berdasarkan beberapa contoh permasalahan di atas, maka masalah yang kurang esensial untuk diteliti adalah peserta didik banyak yang mengantuk saat jam pelajaran IPA pada jam terakhir.

Mengapa masalah tersebut kurang esensial untuk diteliti? Karena masalah langsung dapat dipecahkan dengan cara memindah jam pelajaran IPA tidak pada jam terakhir.

Misalnya, pada beberapa masalah tersebut di atas, Anda menentukan masalah esensial, yaitu Rerata nilai ulangan harian mata pelajaran IPA materi Klasifikasi Makhluk Hidup kurang dari KKM. Anda kemudian menduga rendahnya nilai hasil belajar ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan guru masih konvensional (ceramah).

Guru kurang menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif. Guru juga belum memanfaatkan media dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut selanjutnya dituliskan dalam bentuk kalimat yang komunikatif, yaitu “hasil belajar IPA materi klasifikasi Makhluk Hidup rendah”.

c.  Menentukan alternatif pemecahan masalah

Sesuai pemilihan materi esensial di atas, maka solusi yang dapat dipilih antara lain memanfaatkan media belajar untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPA materi Klasifikasi Makluk Hidup.

Karena Anda menduga bahwa rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA materi Klasifikasi Makhluk Hidup karena kurangnya pemanfaatan media dan metode pembelajaran yang masih konvensional, maka Anda dapat menetukan alternatif pemecahan masalah sesuai dugaan tersebut.

Misalnya menerapkan permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep materi klasifikasi makhluk hidup.

d.  Merumuskan masalah

Rumusan masalah dari permasalahan yang dipilih di atas adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah penerapan permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep dalam meningktkan hasil belajar IPA materi klasifikasi makhluk hidup?
  2. Apakah dengan menerapkan permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep dalam meningktkan hasil belajar IPA materi klasifikasi makhluk hidup?

e.  Menuliskan judul penelitian tindakan kelas

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat dituliskan contoh judul penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

‘UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN PERMAINAN KARTU KLASIFIKASI DAN PERANCANGAN PETA KONSEP PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 JIPUT KABUPATEN PANDEGLANG”.


Pengertian Jenis dan Langkah Penyusunan Hipotesis Penelitian

19 Maret 2018

Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, atau kepastian.

Hipotesis atau disebut juga hipotesa secara singkat dapat diartikan sebagai dugaan sementara.

Di dalam sebuah penelitian, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan dan searah dengan tujuan penelitian ilmiah. Karena merupakan sebuah dugaan, maka diperlukan pembuktikan untuk menguji kebenarannya.

Hipotesis dikatakan teruji jika tidak bertentangan dengan hipotesis yang telah disusun tersebut. Hipotesis yang sudah teruji kebenarannya selanjutnya disebut sebagai teori. Pengujian hipotesis dilakukan melalui eksperimen atau percobaan.

Fungsi utama dari suatu hipotesis penelitian adalah sebagai pedoman dalam memberikan arah kegiatan penelitian yang dilakukan.

Hipotesis penelitian  berfungsi sebagai pedoman dalam penyusun­an desain penelitian, penentuan kriteria dalam penyusunan instrumen penelitian, menetapkan indikator-indikator atas aspek dan variabell yang diukur, dan menentukan teknik analisis data penelitian

Sebuah hipotesis yang baik harus memenuhi kriteria berikut.

  1. Hipotesis harus disusun spesifik dalam kalimat yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  2. Hipotesis harus dilandasi argumentasi yang kuat berdasarkan pada teori dan atau pengalaman lapangan yang kuat.
  3. Hipotesis harus dapat diuji dan diukur (testable and measurable) melalui penelitian lapangan.
  4. Hipotesis harus disusun dalam kalimat yang singkat dan jelas (concise)
  5. Hipotesis harus konsisten dengan teori-teori yang ada.
  6. Hipotesis harus disusun sedemikian rupa sehingga eksplanasi yang dikemukakan memiliki argumentasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara nalar dan atau rasional.
  7. Hipotesis harus bebas nilai, artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subjektivitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis.

Langkah-langkah Perumusan Hipotesis

Hipotesis terbentuk atas dasar dugaan (conjecture) peneliti. Meskipun hipotesis berasal dari terkaan, akan tetapi sebuah hipotesis tetap harus dibuat berdasarkan acuan, yakni teori dan fakta ilmiah.

Di dalam memudahkan proses pembentukan hipotesis, seorang peneliti biasanya menurunkan sebuah teori menjadi sejumlah asumsi dan prostulat. Asumsi-asumsi tersebut dapat didefinisikan sebagai anggapan atau dugaan yang mendasari hipotesis.

Berbeda dengan asumsi, hipotesis yang telah diuji dengan menggunakan data melalui proses penelitian adalah dasar untuk memperoleh kesimpulan.

Selain menggunakn teori sebagai acuan, perumusan hipotesis dapat juga menggunakan acuan fakta. Secara umum, fakta dapat didefinisikan sebagai kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera.

Fakta Ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis dapat diperoleh dengan berbagai cara, misalnya memperoleh dari sumber aslinya, menggambarkan atau menafsirkan dari sumber asilnya, dan menyusun fakta dalam bentuk penalaran abstrak (abstract reasoning).

Hipotesis dapat pula dirumuskan berdasarkan beberapa sumber lain, yaitu kebudayaan dimana ilmu atau teori yang relevan dibentuk, ilmu yang menghasilkan teori yang relevan, analogi, dan reaksi individu terhadap sesuatu dan pengalaman.

jenis-jenis Hipotesis Penelitian

Secara umum. terdapat dua jenis hipotesis, yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Perbedaan kedua jenis hipotesis tersebut adalah pada bentuk pengujiannya.

Pengujian hipotesis penelitian  merujuk pada apakah hipotesis yang dikemukakan benar-benar terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak. Apabila yang ada dalam hipotesis benar-benr terjadi, maka hipotesis penelitian terbukti.

Sedangkan pengujian statistik merujuk pada apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti pada sampel tersebut dalam diberlakukan pada populasi atau tidak.

Terdapat tiga macam hipotesis dalam penelitian, yakni hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, dan hipotesis asosiatif.

1. Hipotesis deskriptif

Hipotesis deskriptif adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal/mandiri.

2.  Hipotesis komparatif

Hipotesis komparatid dapat diartikan sebagai dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan (komparasi) antara dua variabel penelitian.

3.  Hipotesis asosiatif

Hipotesis asosiatif diartikan sebagai dugaan/jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan (asosiasi) antara dua variabel penelitian.


Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga 2018

18 Maret 2018

Penguatan pendidikan karakter serta upaya untuk mengaktualisasikan potensi anak dan remaja dengan beragam minat dan bakat untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2015, bukan merupakan tanggung jawab pendidik di satuan pendidikan saja tetapi juga keluarga dan masyarakat. Sejak ditetapkan pada tahun 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga mengembangkan dan melaksanakan berbagai kebijakan dan program sebagai upaya untuk menguatkan kemitraan trisentra pendidikan itu. Program-program yang sudah dilakukan Direktorat ini diantaranya adalah Bimbingan Teknis selama 3 hari kepada 12 ribu dan sosialisasi 1 hari pada puluhan ribu satuan pendidikan di 240 kabupaten/kota di 34 propinsi. Semenjak program ini dilaksanakan pada tahun 2015 ada banyak satuan pendidikan yang dalam upayanya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak melibatkan keluarga dan masyarakat dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif. Untuk mendorong semakin kuatnya kemitraan trisentra pendidikan dan munculnya praktik-praktik baik di satuan pendidikan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga pada tahun ini menyelenggarakan program Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga. Sekolah Sahabat Keluarga adalah satuan pendidikan, baik formal maupun non formal, yang dalam melaksanakan program-program pendidikannya melibatkan keluarga, baik orang tua maupun anak, dan masyarakat.

 

Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan download Panduan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga dan Formulir Pendaftaran dibawah ini :

  1. Panduan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga
  2. Formulir Pendaftaran