Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Tahun 2018

11 Desember 2017

Tahun Pelajaran 2017/2018 sudah memasuki semester yang kedua, artinya bahwa tidak lama lagi sekolah akan melaksanakan hajatan rutin yang sangat penting, yaitu gelaran Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berstandar Nasional, dan Ujian Nasional.

Terselenggaranya UN yang terselenggara dengan baik, tentunya diperlukan persiapan-persiapan, dari perencanaan tentang calon peserta, pengawas, soal, dsb. Tidak kalah yaitu adanya panduan atau aturan tentang penyelenggaraan UN yang dapat dijadikan panduan oleh sekolah dalam menyelenggarakan UN itu sendiri.

Bersama ini saya sediakan dokumen-dokumen yang dapat dijadikan pedoman dan rujukan sekolah dalam menlaksanakan UN, untuk mendapatkan dokumen tersebut silahkan  bapak/ibu klik tautan dibawah ini :

01. POS UN Tahun 2018

02. JUKNIS Pendataan CAPESUN 2017-2018-SMP-SMA-SMK)-2

03. Pembahasan Kebijakan USBN 2018

Demikian dokumen yang dapat bapak/ibu unduh, dan akan saya update bila ada perubahan maupun dokumen baru yang diterbitkan oleh BSNP maupun oleh Balitbang Kemendikbud.

 

Iklan

Membuat Lembar Jawaban (Answer Sheet) Sesuai dengan Kebutuhan dalam Aplikasi ZipGrade

10 Desember 2017

Bapak/Ibu guru zaman now…sekarang dengan perkembangan TIK, kita semua dipermudah dalam berbagai hal. Tidak terkecuali dalam bidang tugas Bapak/Ibu sebagai Guru.

Sebagai Agent of Changes tentunya sudah menjadi keharusan bila kita harus mengikuti perkembangan TIK, yang dapat kita manfaatkan dalam mempermudah pelaksanaan tugas kita sebagai guru. Sekarang berbagai aplikasi maupun software pembelajaran sudah banyak sekali beredar dan dengan mudah serta cuma-cuma dapat kita manfaatkan. Salah satunya adalah aplikasi pemeriksaan jawaban siswa untuk Tes Pilihan Ganda. Dahulu kala bila kita memeriksa Lembar Jawaban Siswa untuk jenis Pilihan Ganda, kita pernah menggunakan LJ yang dilubangi pada kunci jawabannya dengan menggunakan rokok atau obat nyamuk, tapi itu dulu bro…..

Kini ada aplikasi ZipGrade untuk memriksa LJ siswa tersebut khususnya untuk jenis Pilihan Ganda. Kalau untuk uraian ya….mau tidak mau kita harus baca satu persatu….he..he…

Disini akan saya berikan Tutorial membuat LJK untuk Penilaian siswa, yang nantinya dapat kita pindai dengan aplikasi ZipGrade di smartphone kita. KIta tahu LJ dalam ZipGrade secara default hanya ada 3 pilihan. Yaitu LJ dengan 20 pertanyaan, 50 pertanyaan, dan 100 pertanyaan. Secara default untuk LJ dengan 20 pertanyaan tidak ada fasilitas untuk nomor identitas/peserta. Untuk LJ yang 50 pertanyaan tersedia 5 digit nomor peserta, dan yang 100 pertanyaan tersedia 10 digit nomor peserta.

Kita tahu bahwa, biasanya untuk soal-soal PG tidak sampai 50 apalagi 100 soal untuk jenjang SMP, nah kita bisa membuat LJ dalam ZipGrade sesuai dengan kebutuhan, misalnya kita hanya ingin membutuhkan LJ dengan 40 atau 35 soal dan ingin ada identitas atau nomor siswa dengan 8 digit, untuk mengakomodir NIS yang sudah ada sehingga kita tidak harus membuat Nomor Peserta lagi dengan 5 Digit.

Baiklah bapak/ibu, silahkan simak tutorialnya di video dibawah ini…. Jangan lupa kasih komen serta like ya di Youtube, semoga bapak/ibu guru sertifikasinya semakin diperbesar dan diperlancar… Amin….


APLIKASI DAN PANDUAN E RAPOR SMK VERSI 3.0 (VERSI UPDATE TAHUN 2017/2018)

6 Desember 2017

Dalam rangka peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khuusnya di bidang pengelolaan penilaian akademik dan perkembangan karakter siswa SMK oleh pendidik dan satuan Pendidikan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah mengembangkan Aplikasi e-Rapor SMK versi 3.0 yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan telah di release di laman: http://psmk.kemdikbud.go.id/

Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon bantuan Saudara kiranya dapat menginformasikan kepada semua satuan pendidikan tingkat SMK di wilayah kewenangan masing-masing, agar dapat segera men-download dan memanfaatkan aplikasi dan panduan E Rapor SMK versi 3.0 (update 2017/2018) dimaksud dalam perencanaan, pelaksanaan, analisis nilai, dan pelaporan penilaian

Adapun fitur baru  pada aplikasi e Rapor SMK versi 3.0 adalah:

  • entri nilai menggunakan format excel
  • laporan pengembangan karakter siswa (PPK)

Bagi Bapak/Ibu kepala sekolah atau Opartor SMK yang akan mendownload aplikasi e Rapor SMK versi 3.0 (update 2017/2018) bisa langsung menuju laman http://psmk.kemdikbud.go.id/ atau melalui tautan berikut ini

Link Dwonload : Aplikasi e Rapor SMK Versi 3.0

Link Dwonload : Panduan Singkat Penggunaan AplikasieRaporSMK

Link : Survei Pengguna

Demikian info Uptade E Rapor SMK versi 3.0 (update 2017/2018), semoga info ini dapat membantu. Terima kasih. (Sumber: Surat Dirjen Dikdasmen Nomor : 10926/D5.3/KR/2017 tentang Pemberitahuan Aplikasi e-Rapor SMK.)


Standar Nasional Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi

4 Desember 2017

Minat baca dalam masyarakat kita mulai merangkak meskipun belum mencapai tahapan yang signifikan. Minat ini perlu ditumbuhkembangkan terus menerus untuk mencapai masyarakat yang cerdas secara religi, intelektual, sosial, dan ekonomi. Sebab membaca merupakan pintu gerbang informasi dan ilmu pengetahuan dan pendukung kecerdasan bangsa.
Dengan membaca sejumlah literatur, diskusi, dan  mengikuti pertemuan ilmiah, sesorang mampu mengasah otak, memeroleh wawasan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Bacaan besar pengaruhnya terhadap pembentukan pribadi dan kemajuan bangsa. Kiranya tidak ada sejarah yang mencatat kehebatan seseorang yang tidak dibarengi dengan gemar membaca dan melek informasi dalam arti luas.

Kondisi minat baca bangsa kita masih jauh tertinggal dari minat baca bangsa lain. Dari beberapa survei dan penelitian menunjukkan kondisi tersebut. Hal ini antara lain dibuktikan dengan rasio surat kabar dibanding dengan jumlah penduduk. Untuk itu dapat dicermati rasio surat kabar dan penduduk di negara-negara Asean seperti Filipina 1 : 30, Sri Lanka 1 : 38 dan Indonesia 1: 45. Padahal rasio surat kabar dan jumlah penduduk di negara-negara maju telah mencapai rasio 1 : 10. Kondisi ini sangat mungkin bahwa kita bangsa Indonesia ini masih kuat tradisi kelisanannya ( Siahaan 2007: 168).

Membaca sebenarnya merupakan bentuk kebudayaan. Oleh karena itu untuk mengubah masyarakat yang enggan membaca menjadi masyarakat baca/reading society diperlukan adanya perubahan budaya (Tilaar, 1999: 389).

Membaca merupakan usaha penyebaran gagasan dan upaya kreatif. Siklus membaca sebenarnya merupakan siklus mengalirnya ide pengarang ke dalam diri pembaca yang pada gilirannya akan mengalir ke seluruh penjuru dunia melalui tulisan (buku, artikel, makalah seminar, hasil penelitian) dan rekaman lain.

Kemampuan dan ketrampilan membaca memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Sebab membaca itu merupakan proses psikologis dan fisiologis yang menentukan terbentuknya manusia yang mampu memengaruhi dunia melalui pikiran-pikiran mereka. Bagi mereka, membaca pada hakekatnya merupakan proses pendidikan nonformal yang hasilnya kadang-kadang lebih baik daripada pendidikan formal. Bung Karno, Mahatma Gandhi, Hamka, dan  John F. Kennedy konon merupakan tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan dan ketrampilan baca yang tinggi.

Tampaknya membaca (terutama membaca buku) belum dirasakan sebagai suatu kebutuhan sehari-hari. Budaya mendengarkan, berbicara, dan bertanya masih kental dalam masyarakat kita. Dady P. Rahmananta (Kepala Perpustakaan Nasional RI) menyatakan bahwa pengunjung Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah (sekarang BPAD) di seluruh Indonesia relatif rendah dan hanya 10 ? 20 % dari jumlah pengunjung yang meminjam buku (Siahaan, 2007: 175).

Kurangnya kesadaran pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat umum masih bisa dipahami. Tetapi kalau tenaga pendidikan (guru, dosen, kiyai) tidak memanfaatklan perpustakaan, ini  berarti suatu keprihatinan tersendiri. Penelitian Loehoer Widjajanto dkk (2007)  di Surakarta, Cilacap, dan Grobogan menyatakan bahwa guru-guru di daerah itu hanya 4,6 % yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah (kabupaten, kecamatan, kalurahan, dll.) 36,9 % kadang-kadang, dan guru yang tak pernah memanfaatkan perpustakaan ada 58,5 %.
Membaca dan melek informasi memang belum menjadi prioritas utama masyarakat kita. Mereka lebih senang bertanya dan mendengarkan daripada membaca dan berpikir dalam menghadapi persoalan tertentu. Membaca seharusnya menjadi prasyarat utama untuk menuju masyarakat pembelajar/learning society. Hal ini merupakan ciri masyarakat modern dan merupakan tuntutan kemajuan jaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Sumber : Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Dari uraian diatas, keberadaan Perpustakaan dalam kehidupan bangsa sangatlah penting. Agar fungsi perpustakaan dapat secara optimal dan signifikan meningkatkan minat baca yang pada akhirnya akan mencerdaskan bangsa, tentunya sangat diperlukan aturan-aturan atau standar tentang perpustakaan, tidak terkecuali standar perpustakaan disatuan pendidikan maupun perguruan tinggi.

Untuk itu Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang Standar Perpustakaan di Satuan Pendidikan maupun di Perguruan Tinggi.

Untuk mengunduh peraturan tersbut, silahkan klik tautan dibawah ini :

  1. Perka Perpustakaan Nasional No. 10 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan SD-MI
  2. Perka Perpustakaan Nasional No. 11 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan SMP-MTs
  3. Perka Perpustakaan Nasional No. 12 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan SMA-MA
  4. Perka Perpustakaan Nasional No. 13 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi

 

 


ASSURE, Langkah-Langkah Untuk Mencapai Keberhasilan Proses Pembelajaran

1 Desember 2017

ASSURE adalah model desain pembelajaran yang memiliki tujuan untuk menghasilkan pengajaran dan pembelajaran yang lebih efektif. “ASSURE” adalah akronim yang merupakan singkatan dari berbagai langkah dalam model. Berikut ini adalah rincian setiap langkahnya.

Ada enam bagian langkah dalam ASSURE, seperti pada bagan dibawah ini :

A – Menganalisis Peserta didik

Langkah pertama dalam proses ini adalah bahwa guru harus menganalisis sifat atau prilaku dari peserta didiknya. Harus ada fokus pada karakteristik pelajar yang terkait dengan hasil belajar yang diinginkan. Informasi yang dikumpulkan akan membantu Anda dalam keputusan yang Anda buat sehubungan dengan langkah-langkah lain dalam prosesnya. Bila Anda menentukan karakter peserta didik, ini akan memandu Anda dalam memilih strategi dan sumber daya tertentu untuk membantu proses belajar.

Analisis peserta didik Anda harus mencakup:

Sikap atau ciri umum peserta didik Anda, seperti usia, kemampuan akademis, jenis kelamin, minat, dll. Kompetensi sebelumnya gaya belajar, seperti pendengaran, visual, dan taktil/psikomotorik

S – Standar dan Tujuan Nasional

Setelah analisis prilaku atau ciri peserta didik, guru harus menyatakan standar dan tujuan untuk modul pembelajaran. Pernyataan ini terdiri dari spesifikasi tentang apa yang dapat dilakukan peserta didik sebagai hasil dari instruksi tersebut.

Agar lebih konkret tentang berbagai hal, pernyataan ini akan berfokus pada apa yang pelajar akan ketahui atau dapat lakukan sebagai hasil dari instruksi tersebut. Contohnya adalah dengan mahasiswa kedokteran. Peserta didik akan dapat menyebutkan setidaknya dua database dan dua teknik pencarian yang dapat mereka gunakan untuk menemukan bukti medis untuk kasus tertentu.
Tujuannya dapat digunakan dalam menilai keberhasilan siswa, mungkin untuk proses grading. Juga, Anda dapat menggunakannya untuk membiarkan peserta didik mengetahui apa yang akan mereka capai melalui kelas.

Tanda dari seperangkat tujuan pembelajaran yang baik adalah kesesuaian dengan ABCD dengan tujuan pembelajaran yang teruji dengan baik. Mereka adalah sebagai berikut:

AUDIENCE – Untuk siapa tujuannya?

BEHAVIOUR – Apa perilaku atau kinerja yang harus ditunjukkan?

CONDITIONS– Bagaimana kondisi di mana perilaku atau kinerja akan diamati?

DEGREE – Sampai sejauh mana pengetahuan atau keterampilan dikuasai?

Pernyataan tujuan harus diformulasikan dengan kata kerja yang menunjukkan tujuan pembelajaran. Panduan bermanfaat untuk kata kerja yang sesuai untuk digunakan terkandung dalam Taksonomi Bloom. Ingat bahwa penilaian hanya dapat didasarkan pada perilaku peserta didik Anda. Seorang pelajar mungkin tahu beberapa materi ke belakang dan ke depan tapi mungkin tidak dapat berkinerja baik dalam sebuah ujian.

S – (Select) Pilih Strategi, Teknologi, Media, dan Alat Pelajaran

Yang kedua “dalam akronim adalah singkatan dari strategi, teknologi, media, dan material pilihan. Mengingat tujuan pembelajaran Anda, penting untuk memilih strategi instruksional, teknologi, dan media yang akan menghasilkan hasil yang Anda inginkan.
Pertama, Anda harus mencari tahu apa metode pengiriman yang terbaik untuk instruksi Anda. Misalnya, berapa proporsi instruksi Anda yang akan berpusat pada instruktur dan proporsi apa yang akan dipusatkan pada siswa? Yang pertama adalah strategi seperti ceramah, demonstrasi atau pertunjukan video. Yang kedua adalah strategi seperti diskusi kelompok atau kerja kelompok kooperatif.
Akal sehat berbobot di sisi strategi berpusat pada peserta didik. Belajar menjadi lebih seru bila ada lebih banyak partisipasi kelas. Pada akhirnya, pelajarlah yang harus menguasai materi, bukan guru. Namun, akan ada sejumlah informasi penting dan teknik yang harus diberikan dan diunjukkan oleh guru.
Belajar adalah yang terbaik bila guru hanya mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban yang benar atas masalah itu sendiri. Seorang guru yang efektif hanyalah fasilitator proses pembelajaran.
Begitu Anda memilih strategi pengajaran Anda, maka inilah saatnya untuk mencari tahu teknologi, media, dan bahan apa yang paling mendukung metode pengajaran yang Anda gunakan. Ini berkisar dari alat sederhana seperti kapur tulis dan papan tulis sampai yang lebih canggih seperti presentasi power-point. Yang harus diingat adalah instruktur adalah unsur penting dalam memberi materi. Alat mewah berguna, namun pada akhirnya bermuara pada seseorang yang tahu lebih banyak dari apa yang ada dalam buku teks.

U – ( Utilize) Memanfaatkan Teknologi, Media, dan Material/Alat pelajaran

Langkah ini dalam proses ASSURE mempertimbangkan membuat rencana bagaimana Anda akan memanfaatkan teknologi, media, dan materi yang telah Anda pilih. Seperti semua langkah instruksional, Anda harus memastikan bahwa rencana Anda berkontribusi untuk menghasilkan tujuan yang telah Anda tetapkan.

Penting untuk mengikuti proses “5 P” untuk mencapai hal ini:

Pratinjau Teknologi, Media, dan Material yang akan digunakan

Ini berarti penting untuk merencanakan sebelumnya bagaimana Anda akan menggunakannya. Ada baiknya melakukan latihan pelajaran Anda sebelum Anda benar-benar mengajarkannya. Pastikan seluruh pelajaran akan berjalan lancar dan lancar.

Persiapan Teknologi, Media, dan Alat Pelajaran yang harus disediakan

bersama semua hal yang Anda perlukan untuk mengajarkan pelajaran Anda. Mereka harus bekerja dengan baik. Misalnya, jika Anda membuat presentasi power point, Anda harus membuat teks dan grafik untuk setiap layar.

Persiapan  Lingkungan Belajar

Ada beberapa persiapan minimal yang diperlukan untuk menyiapkan lingkungan belajar. Hal-hal sederhana seperti memastikan bahwa Anda memiliki cukup meja penting. Selain itu, jika Anda memiliki kontrol atas situasi ini, Anda harus memastikan bahwa tidak ada sumber kebisingan yang akan mengganggu siswa.

Persiapan Siswa

Pertama, Anda perlu memberi tahu peserta didik dengan jelas apa tujuan pembelajarannya. Ini akan membantu pembelajar membuat peta mental tentang apa yang mereka butuhkan untuk diserap. Selanjutnya, penting untuk memberi tahu siswa bagaimana mereka akan dinilai. Anda perlu memberi tahu mereka apa tugas mereka, bagaimana penilaian mereka, jika ada tes, dan lain-lain. Anda juga harus menjelaskan kepada siswa apa manfaat mempelajari materi tersebut.

 

Pengalaman Belajar

Berikan atau ceritakan pengalaman belajar anda kepada siswa kemudian setelah itu benar-benar melaksanakan pelajaran. Di sinilah semua perencanaan Anda mulai berlaku. Anda harus siap untuk melaksanakan pelajaran dengan setiap langkah awal dari proses yang ada. Ini akan memastikan kesuksesan Anda sebagai seorang guru.

 

R- (Require)Memerlukan Partisipasi Pembelajar

Langkah ini benar-benar termasuk dalam langkah-langkah awal. Hal ini mengharuskan Anda membuat rencana untuk bagaimana Anda akan secara aktif melibatkan siswa Anda dalam materi yang Anda ajar. Hal ini perlu dipikirkan baik di tingkat kelas maupun tingkat individu. Langkah paling dasar yang dapat Anda ambil adalah mewajibkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Pendekatan yang lebih canggih akan mengharuskan siswa mempersiapkan pertanyaan dan komentar di rumah untuk dibawa ke kelas. Anda mungkin mencoba bahkan mengizinkan siswa individual untuk memimpin kelas atau diskusi dengan gaya seminar. Di bawah ini, Anda perlu merencanakan dengan tepat bagaimana siswa akan berpartisipasi dalam proses belajar secara umum. Bagaimana mereka akan mempelajari informasi dan teknik yang disertakan dalam pelajaran? Rencana ini perlu lebih spesifik daripada hanya mengatakan bahwa mereka akan mendengarkan dan menyerap materi. Mungkin Anda akan mendorong jenis pengambilan keputusan atau strategi pembelajaran lainnya.

 

E – Mengevaluasi dan Merevisi

Langkah terakhir dalam proses ASSURE sama pentingnya dengan yang lainnya. Pada langkah ini, Anda mengevaluasi dampak pengajaran Anda terhadap pembelajaran siswa. Ini termasuk evaluasi strategi pengajaran dan teknologi, media, dan materi yang Anda gunakan. Pertanyaan berikut berguna untuk ditanyakan selama evaluasi ini: Apakah pelajaran Anda memenuhi tujuan pembelajaran yang Anda rencanakan? Bagaimana Anda akan menentukan apakah siswa mencapai tujuannya? Apakah cara Anda menilai siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran Anda? Dapatkah pelajaran ini diperbaiki? Bagaimana? Bagaimana Anda menilai kelemahan dalam presentasi Anda? Apakah pilihan media dan bahan Anda bagus? Bagaimana Anda menilai keefektifan alat ini? Mungkinkah teknologi, media, dan bahan lain akan melakukan pekerjaan yang lebih baik? Langkah terakhir dalam evaluasi Anda harus berfokus pada umpan balik dari siswa Anda. Apakah pengalaman mereka positif secara keseluruhan? Apakah mereka merasa bahwa mereka telah mencapai tujuan dan tujuan pribadi mereka? Bagaimana Anda menentukan apakah kinerja Anda efektif atau tidak? Kesimpulannya, proses ASSURE benar-benar hanya masalah akal sehat. Namun, ada baiknya mengikuti panduan yang ketat untuk memperbaiki teknik mengajar Anda. Setiap guru yang efektif tahu bahwa kesempurnaan teknik mereka tidak datang dalam semalam, dan selalu ada ruang untuk perbaikan. Dengan mengikuti proses ASSURE, Anda pasti akan memperbaiki pengajaran Anda selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Sumber :

https: //educationaltechnology.net/assure-instructional-design-model/


Silabus Mata Pelajaran SMP Kurikulum 2013

30 November 2017

Bapak/Ibu guru yang berbahagia, Kurikulum 2013 sudah secara bertahap dilaksanakan disekolah-sekolah. Berbagai persiapan untuk itu telah dilaksanakan, antara lain Bimtek, Diklat, maupun pendampingan. Semua itu diharapkan akan memberikan bekal kesiapan Bapak/Ibu guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 didalam kelas.

Sebagai bahan administratif yang harus dipersiapkan dalam penerpan Kurikulum 2013 disekolah Bapak/Ibu, berikut ini saya postingkan Dokumen Silabus Mata Pelajaran SMP. Semoga bisa membantu Bapak/Ibu.

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran PPKN (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran IPA (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Bahasa Inggris (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran IPS (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Matematika (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Seni Budaya (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran PenjasOrkes (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Prakarya(Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Budha (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu (Klik Disini)

Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu (Klik Disini


Kisi-Kisi USBN dan UN 2017/2018

30 November 2017

Salah satu faktor indikator keberhasilan ujian, baik USBN maupun UN adalah sukses hasil ujian yang didapa oleh siswa-siswi kita disekolah. Keberhasilan itu dilalui oleh sebuah proses yang panjang.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa maupun guru dalam mempersiapkan UN adalah adanya Kisi-Kisi soal ujian yang dapat dijadikan pedoman atau bahan belajar bagi siswa maupun bahan bagi guru dalam memberikan bimbingan belajar kepada siswa dalam menghadapi ujian.

Untuk mendapatkan Kisi-Kisi tersebut silahkan bapak/ibu klik tautan dibawah ini :

  1. Surat Edaran Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0080/SDAR/BSNP/VIII/2017 tentang Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun Pelajaran 2017/2018 (unduh disini);
  2. Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional  dan Ujian Nasional TP 2017/2018 (unduh disini).