28 Oktober 2015

Welcome To My Blog, Selamat Datang, Sugeng Rawuh, Wilujeng Sumping…

Inilah blog saya, saya mengundang anda untuk ikut memberikan apapun, tanggapan, kritikan, atau saran dan masukan terhadap isi dari blog saya ini.

Karena saya menganggap, semua itu adalah pemacu untuk lebih baik lagi dalam mengelola blog atau rumah kedua saya ini, serta sarana menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman dimanapun berada, meskipun tidak bisa bertatap mata.

Oke, selamat datang di blog saya, selamat membaca atau mungkin mengambil bahan-bahan yang dirasakan bermanfaat dan anda butuhkan.

Terimakasih, Haturnuhun, arigato, maturnembah nuwun……

Sumarso

Pengawas SMP, Disdikbud Kab. Pandeglang, Banten.


Ayo Lawan Corona

17 September 2015


Tutorial Membuat Akun Gratis di WebEx

23 April 2020

Merebaknya pandemi COVID-19 merubah sendi kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Kebijakan pemerintah salah satunya adalah pembelajaran daring sebagi bentuk Physical Distancing dan Belajar di Rumah. Kegiatan pembelajaran dalam jaringan salah satu syaratnya adalah adanya media untuk mewadahi kegiatan pembelajaran tersebut sebagai wadah interaksi antara guru dan siswa.
Banyak sekali aplikasi ataupun situs yang menyediakan layanan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dalam jaringan, salah satunya adalah Cisco WebEx.
Sebagai pendidik/guru kita bisa memanfaatkan Webex sebagai media interaksi dengan para siswa dalam melakukan pembelajaran daring. Kita bisa memanfaatkan sarana tersebut dengan terlebih dahulu membuat akun di Webex tersebut.
Bagaimana caranya untuk membuat akun tersebut, silahkan unduh file langkah-langkah membuat akun webex, membuat jadwal meeting serta membuat meeting room dibawah ini :

Membuat Akun WebEx

Untuk mengetahui langkah-langkah dalam membuat akun gratis di webex, silahkan lihat video dibawah ini :

Untuk lebih jelas langlah-langkah dalam membuat meeting room dan jadwal meeting, silahkan lihat tayangan videonya dibawah ini :

 

Terimakasih semoga bermanfaat.


Petunjuk Penulisan Ijazah Tahun 2019/2020

23 April 2020

Merebaknya pandemi COVID-19 berdampak kesemua lini kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan, termasuk dunia pendidikan di tanah air. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud adalah membatalkan kegiatan Ujian Nasional. Meskipun tahun ini Ujian Nasional tidak dilaksanakan, namun siswa tetap akan ditetapkan kelulusannya, meskipun nilai Ujian Nasional tidak termasuk yang menjadi pertimbangan kelulusan siswa, dan siswa akan tetap mendapatkan IJAZAH sebagai pengakuan bahwa siswa telah menyelesaikan proses pendidikan di satuan pendidikan tertentu.
Seperti pada tahun sebelumnya, Kemendikbud telah mengeluarkan peraturan mengenai petunjuk penerbitan dan penulisan ijazah.
Peraturan yang dimaksud adalah, Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Spesifikasi Teknis, Bentuk, Dan Tata Cara Pengisian Blangko Ijazah Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2019/2020.
Untuk mendapatkan peraturan tersebut, silahkan unduh dokumen dibawah ini :

Salinan Persesjen Nomor 5 Tahun 2020 cap (IJAZAH-2020)

Semoga bermanfaat.

 


CONTOH SOAL LOTS DAN HOTS SEPUTAR COVID-19

29 Maret 2020

A. Lower Order Thinking Skills (LOTS)

C-1 (Mengetahui):
1. Apa nama virus yang saat ini menjadi wabah di banyak negara di dunia?
2. COVID-19 pertama kali ditemukan di negara mana?
3. Apa nama binatang yang diduga menjadi penyebar COVID-19?
4. Sebutkan ciri-ciri tempat yang menjadi tempat penyebaran COVID-19?
5. Sebutkan gejala-gelaja orang yang terkena COVID-19?
6. Berapa hari masa inkubasi COVID-19?
7. Apa saja bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat hand sanitizer sendiri?
8. Apa saja bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat disinfektan sendiri?
9. Apa saja tanaman herbal yang dapat mencegah COVID-19?
10. Apa saja nama Alat Pengaman Diri (APD) yang digunakan oleh dokter dan perawat saat menangani pasien COVID-19?
11. Sebutkan beberapa nama rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien COVID-19!
12. Berapa jarak yang aman antara satu orang dengan orang yang lain dalam social distancing?
13. Apa saja hal positif dan produktif bisa yang dilakukan jika warga diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah untuk mencegah peredaran COVID-19?

C-2 (Memahami):
1. Bagaimana proses penyebaran COVID-19?
2. Jelaskan penyebab seseorang terpapar COVID 19!
3. Apa dampaknya jika seseorang yang telah terpapar COVID-19?
4. Mengapa orang yang telah berstatus Orang Dalam Pemantauan (OPD) COVID-19 harus dikarantina selama 14 hari?
5. Apa akibatnya jika seorang penderita COVID-19 terlambat ditangani oleh tenaga medis?
6. Mengapa pemerintah menerapkan kebijakan bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19?
7. Apa manfaat bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah yang suka disebut karantina mandiri dalam mencegah penularan COVID-19?
8. Mengapa sabun cuci tangan lebih efektif membunuh virus atau kuman dibandingkan hand sanitizer?
9. Mengapa orang disarankan berjemur di pagi hari antara 30 menit sampai dengan 1 jam untuk mengantisipasi terkena COVID-19?
10. Mengapa masih ada orang yang menimbun masker dan hand sanitizer disaat banyak orang yang lebih membutuhkannya?
11. Apa sanksi yang pantas diberikan kepada orang yang menimbun masker dan hand sanitizer disaat banyak orang yang membutuhkannya?
12. Bagaimana sikap kamu misalnya jika ada salah satu anggota keluarga atau tetangga yang terkena COVID-19?
13. Setujukah kamu dengan kebijakan penutupan tempat ibadah, pasar, dan pusat perbelanjaan untuk mencegah penyebaran COVID-19? Jelaskan alasannya!
14. Pola hidup bersih dan sehat dapat mencegah penyebaran COVID-19. Mengapa? jelaskan alasannya!
15. Apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam mendukung pemerintah menangani COVID-19?
16. Sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bagaimana cara kita menyikapi wabah COVID-19?
17. “Diam di rumah untuk menyelamatkan diri Anda dan orang lain.” Jelaskan maksud kalimat tersebut dikaitkan dengan pencegahan COVID-19!
18. Dalam menghadapi wabah COVID-19, masyarakat diimbau waspada dan tidak panik. Jelaskan maksudnya!
19. Apa perbedaan antara Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

C-3 (Menerapkan):
1. Ceritakan cara pencegahan COVID-19 yang di lingkungan tempat tinggalmu!
2. Ceritakan pola hidup bersih dan sehat di rumahmu!
3. Bagaimana cara batuk atau bersin yang baik dan beretika agar tidak menular kepada orang lain?
4. Bagaimana cara cuci tangan yang efektif untuk menghindari COVID-19?
5. Deskripsikan cara social distancing yang aman untuk menghindari COVID -19?

 

B. Higher Order Thinking Skills (HOTS)

C-4 (Menganalisis):
1. Menurut kamu, mengapa terjadi panic buying saat pemerintah mengumumkan COVID-19 telah masuk ke Indonesia?
2. Mengapa wabah COVID-19 sangat cepat menyebar di Indonesia?
3. Mengapa pemerintah lebih memilih upaya social distance dan physical distance dibandingkan dengan lockdown?
4. Apa dampak wabah COVID-19 terhadap perekonomian masyarakat?
5. Menurut kamu, kelompok masyarakat mana yang perlu diprioritaskan untuk menjadi sasaran rapid test COVID-19? Jelaskan alasannya!
6. Menurut kamu, mengapa di lapangan sampai banyak terjadi kelangkaan masker dan Alat Pengaman Diri?
7. Menurut kamu, apakah tindakan aparat keamanan membubarkan kerumunan massa untuk mencegah penyebaran COVID-19 adalah langkah yang tepat? Jelaskan alasannya!
8. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menyadarkan masyarakat agar mau diam di rumah dalam waktu tertentu untuk mencegah penyebaran COVID-19?
9. Setujukan kamu jika para tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 diberikan tunjangan khusus oleh pemerintah? Jelaskan alasannya!
10. Mengapa masyarakat masih banyak yang percaya terhadap HOAKS seputar COVID-19?
11. Apa dampak HOAKS COVID-19 terhadap keamanan dan ketertiban hidup masyarakat?
12. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi banyak beredarnya HOAKS terkait COVID-19?
13. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menekan semakin bertambahnya korban COVID-19?
14. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak COVID-19?
15. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok jika suatu saat diberlakukan kebijakan lockdown?

C-5 (Mengevaluasi):
1. Bagaimana sejauh ini kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani COVID-19?
2. Bagaimana kesiapan rumah sakit dalam menangani menangani pasien COVID-19?
3. Bagaimana kesiapan tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19?
4. Bagaimana sejauh ini ketersediaan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis yang menangani pasien COVID-19?
5. Bagaimana efektivitas saluran cricis center yang dibuat oleh pemerintah dalam memberikan informasi COVID-19 terhadap masyarakat?
6. Bagaimana efektivitas kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah dalam menekan penyebaran COVID-19?
7. Bagaimana sejauh ini efektivitas upaya social distance dan physical distance yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19?
8. Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebijakan social distance dan physical distance yang diberlakukan oleh pemerintah?
9. Bagaimana efektivitas pembatalan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19?
10. Bagaimana peran media dalam ikut menyosialisasikan bahaya COVID-19?
11. Apa kritik dan saran Anda terhadap pencegahan dan penanganan COVID-19 kepada berbagai pihak terkait?

C-6 (Mencipta):
1. Buatlah sebuah video atau poster yang isinya mengampanyekan kewaspadaan terhadap COVID-19!
2. Buatlah sebuah video atau poster yang berisi dukungan terhadap pasien COVID-19 untuk bisa sembuh!
3. Buatlah sebuah video atau poster berisi dukungan dan apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19!
4. Buatlah sebuah video atau poster yang berisi tutorial cara mencuci tangan baik agar terhindar dari COVID-19!
5. Buatlah sebuah puisi yang isi doa dan apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19!
6. Buatlah laporan singkat berkaitan tentang aktivitas kamu selama belajar di rumah!
7. Buatlah sebuah berita atau reportase tentang upaya pencegahan COVID-19 di daerahmu!


Aplikasi Pemantauan SNP Jenjang SMP/MTs

15 Februari 2020

Salah satu tugas pengawas sekolah adalah melakukan pemantauan 8 standar nasional pendidikan pada sekolah binaannya. Untuk melakukan kegiatan tersebut pengawas menggunakan berbagai metode untuk mengetahui ketercapaian 8 SNP tersebut. Pengawas bisa menggunakan metode wawancara dengan beberapa responden, seperti siswa, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah serta kepala sekolah. Pengawas juga bisa menggunakan metode studi dokumentasi, studi lapangan, dan metode lain yang bisa efektif untuk mengetahui kondisi SNP disekolah binaannya.

Tidak kalah penting adalah harus adanya instrumen untuk mengumpulkan data SNP tersebut. Selama ini pengawas sekolah masih menggunakan cara-cara konvensional. Pengawas menggunakan lembaran kertas, kemudian melakukan ceklis, setelah itu merekap, membuat grafik, dst.

Sekarang pengawas bisa memanfaatkan instrumen sederhana berbasis Excell yang bisa membantu mempercepat dalam penginputan yang akhirnya akan secara otomatis mendapatkan rekap serta grafik ketercapaian SNP yang digunakan nantinya pada sebuah laporan kepengawasan tentang pelaksanaan pemantauan 8 SNP disekolah binannya.

Untuk mendapatkan aplikasi tersebut, silahkan klik gambar dibawah ini :

Sekiranya bapak/ibu Pengawas Sekolah, tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut, silahkan tinggalkan komentar pada tulisan ini, dan tinggalkan nomer WA.

Aplikasi ini masih di setting dapat digunakan hanya oleh penulis saja. Bila ingin menggunakan maka akan diseting ulang, sekolah binaan, instansi, dan nama pengawas sekolahnya. Semoga bermanfaat

 


Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

24 September 2019

Secara etimologi, kepala sekolah merupakan padanan dari school principal yang tugas kesehariannya menjalankan principalship atau kekepalasekolahan. Istilah kekepalasekolahan mengandung makna sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah. Penjelasan ini dipandang penting, karena terdapat beberapa istilah untuk menyebut jabatan kepala sekolah, seperti administrasi sekolah (school administrator), pimpinan sekolah (school leader), manajer sekolah (school manajer), dan sebagainya.

Tugas utama kepala sekolah sebagai pemimpin adalah mengatur situasi, mengendalikan kegiatan kelompok, organisasi atau lembaga, dan menjadi juru bicara kelompok. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama untuk memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar, kepala sekolah dituntut untuk berperan ganda, baik sebagai catalyst, solution givers, process helpers, dan resource linker.

Berdasarkan Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Pasal 9, dijelaskan bahwa Beban Kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas : a) manajerial; b) pengembangan kewirausahaan; dan c) supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

Pada Permendikbud No. 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah pada Pasal 21, huruf e, disebutkan bahwa Kepala Sekolah yang sedang menjabat sebagaimana dimaksud dalam huruf a yang belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (7). wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan penguatan Kepala Sekolah.

Berikut saya sediakan modul-modul yang digunakan dalam diklat penguatan Kepala Sekolah. Untuk mengunduhnya, silahkan klik tautan dibawah ini :

00. Literasi Digital-PKS-26042019 final

01. Teknik Analisis Manajemen-PKS-26042019 final

02. Pengembangan RKS-PKS-26042019 final

03. Pengelolaan Keuangan-PKS-26042019 final

04. Pengelolaan Kurikulum-PKS-26042019 final

05. Sarana Prasarana-PKS-26042019 final

06. Pengelolaan Peserta Didik-PKS-26042019 april final

07. Pengelolaan PTK_PKS_26042019 final

08. Supervisi dan PK Guru_26042019

09. Supervisi dan PK Tendik-PKS-26042019

10. Rencana PKB-PKS-26042019

11. Kepemimpinan Perubahan-PKS-26042019

12 Pengembangan Kewirausahaan layout Pusdiklat 160419 (1)

13 Pengembangan Sekolah Berdasar 8 SNP-PKS-26042019

 

Demikian modul penguatan Kepala Sekolah, semoga bermanfaat.


Membangun Bangsa Yang Literat dari Keluarga

10 September 2019

Disadari atau tidak, diakui atau tidak, suka atau tidak, kita telah memasuki kehidupan abad 21 yang penuh dengan kemajuan terutama kemajuan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Kehidupan abad 21 ini juga berimbas pada kehidupan bidang pendidikan bagi anak-anak kita.

Perubahan fokus kebijakan pendidikan yang mengarah pada kecakapan abad ke-21 (literasi, kompetensi, dan karakter) diformulasikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Permendikbud ini kemudian menginisiasi lahirnya Gerakan Indonesia Membaca dan Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan Indonesia Membaca melingkupi gerakan literasi di ranah masyarakat dan keluarga, sementara Gerakan Literasi Sekolah mencakup gerakan literasi di lingkungan sekolah.

Pada saat sekarang, ada enam literasi dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh kita, apalagi pada saat sekarang dimana kita sudah memasuki pada kehidupan abad ke-21. Literasi dasar itu mencakup : Litersai Baca Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Finansial, Literasi Digital, Literasi Sain, serta Literasi Budaya dan Kewargaan.

Literasi Baca Tulis. Literasi baca-tulis terkait dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif

dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi bermacam-macam persoalan.

Literasi Numerasi. Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Literasi Finansial. Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Literasi Digital menurut UNESCO dalam Buku Literasi Digital Keluarga Teori dan Praktik Pendampingan Orangtua terhadap Anak dalam Berinternet disebutkan bahwa literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten atau informasi, dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional dan aspek teknis atau teknologi.

Literasi Sains. Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016)

Literasi Budaya dan Kewargaan. Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa.

Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan demikian, literasi budaya dan kewargaan merupakan kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa.

Salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu kita kuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.

Kebiasaan Membaca Pada Siswa (Dokumen Pribadi)

Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Ketika menerima resep obat, dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Oleh karena itu penguatan serta penanaman gerakan literasi baca dan tulis dalam lingkungan keluarga merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Salah satu pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah Tri Pusat Pendidikan. Beliau berpendapat bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab bersama tiga komponen yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut harus saling bersinergi untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Keluarga merupakan komponen yang pertama dan utama. Berawal dari keluargalah pendidikan bagi generasi bangsa dimulai. Keluarga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pendidikan, terutama dalam penanaman nilai-nilai karakter bagi anak sebagai generasi penerus bangsa. Dalam keluargalah akan ditanamkan nilai-nilai moral, norma-norma sosial, etika, dan kebiasaan-kebiasaan bagi anak, termasuk pembiasaan dan penanaman literasi baca tulis. Beberapa usaha atau kegiatan yang bisa dilakukan dalam keluarga dalam rangka memperkuat literasi bagi anak-anak adalah sebagai berikut :

 

1. Menerapkan waktu khusus untuk kegiatan membaca

Orang tua bisa membuat aturan bagi anak-anaknya dirumah, untuk memanfaatkan waktu tertentu khusus untuk membaca buku, tidak boleh membuka gadget, tidak boleh menonton televisi misalnya. Orang tua membuat aturan misalnya setiap malam dari pukul 18.00 s.d. 20.00 semua anggota keluarga tidak boleh membuka gadget, menonton televisi, dan hanya diperbolehkan untuk membaca buku bersama di ruang keluarga. Setelah itu setiap anggota keluarga diminta untuk menceritakan kepada anggota keluarga yang lain tentang isi buku yang telah dibacanya. Anggota keluarga yang lain bisa saling menanggapi tentang apa yang telah dibaca baik oleh anak, ibu, maupun bapak. Memang sepertinya lucu dan terlalu mengada-ada. Namun bila kebiasaan ini diterapkan dan menjadi kebiasaan dalam keluarga, maka keakraban, kehangatan dalam keluarga bisa terjaga. Hal yang sangat penting yang lainnya adalah anak-anak akan terbiasa untuk dapat mengkritisi semua apa yang didapatnya dari membaca. Anak tidak mudah percaya kepada hal-hal tanpa ditelaah dan dikaji terlebih dahulu. Kebiasaan ini akan menjauhkan dan menjaga anak dari berita-berita yang belum tentu benar atau hoax.

2. Memberikan bingkisan, kado, hadiah berupa buku atau bacaan yang menarik

Secara psikologis, anak akan merasa sayang dan menjaga terhadap pemberian barang atau hadiah dari orang yang dicintainya. Begitu pula pemberian atau bingkisan dari orang tuanya. Bingkisan atau kado biasanya diberikan pada saat ulang tahun atau pada saat anak mendapatkan juara baik juara kelas maupun juara pada perlombaan-perlombaan.

Mengapa tidak, mulai sekarang digalakan dan dibiasakan untuk memberikan bingkisan atau kado berupa buku untuk anak-anak kita?

Bingkisan buku dapat berupa buku cerita, novel, biografi atau komik. Yang terpenting bingkisan berupa buku tersebut akan memberikan kebiasaan dan kegemaran anak untuk membaca buku. Memberikan bingkisan atau kado berupa buku, juga dapat dilakukan kepada tetangga atau saudara kita. Bila hal itu dapat dilakukan mulai dari keluarga dan meluas pada masyarakat, maka budaya gemar membaca buku mudah-mudahan dapat ditanamkan pada masyarakat kita.

3. Mengajak anak-anak untuk berkunjung ke Perpustakaan

Pada saat sekarang, sudah sangat jarang sebuah keluarga yang terdiri atas bapak, ibu dan anak-anaknya untuk berkunjung ke perpustakaan, bahkan bisa dikatakan sangat langka, kalo tidak ingin dikatakan tidak ada. Kita lebih sering melihat keluarga memanfaatkan waktu untuk berjalan-jalan di mal, rumah makan atau tempat wisata lainnya. Padahal kita tahu bahwa perpustakaan merupakan gudang koleksi dan sumber pengetahuam dalam bentuk buku, majalah, serta sumber bacaan yang lain.

Perpustakaan bisa menjadikan sumber inspirasi bagi keluarga, bisa menjadikan tempat untuk refreshing, serta bisa menjadikan anak-anak lebih mengenal buku yang pada akhirnya cinta dan gemar untuk membaca buku. Melalui koleksi buku di perpustakaan, anak akan dibiasakan mencari berbagai sumber informasi yang dibutuhkan. Kebiasaan membaca buku inilah yang akan menjadikan anak memiliki karakter ingin tahu, dan kritis terhadap segala permasalahan. Anak akan terbiasa Tabayun, atau mencari jawaban dan informasi sebelum memutuskan untuk melakukan atau menanggapi sesuatu permasalahan.

Mengapa tidak, mulai sekarang orang tua menjadikan perpustakaan sebagai destinasi tujuan wisata bagi anggota keluarga. Selain murah, bermanfaat, tentunya menambah khazanah pengetahuan anak.

4. Kegiatan membacakan buku cerita untuk anak

Pada saat ini dimana gadget sudah seperti barang kebutuhan sehari-hari, sudah sangat jarang atau bahkan tidak ada, seorang ibu yang menidurkan anaknya dengan mendongeng atau membacakan buku cerita. Kebiasaan itu mungkin sudah menjadi cerita masa lalu. Pada saat sekarang, mungkin orang tua akan menghantarkan anaknya tidur dengan diputarkan musik melalui gadget. Padahal kebiasaan membacakan buku oleh orang tua untuk anak-anaknya akan memberikan pengaruh positif kepada anak. Anak akan terbiasa mendengarkan orang lain berbicara, dan itu merupakan nilai karakter menghargai pendapat orang lain. Melalui mendengarkan bacaan buku, anak akan terasah daya imajinasinya dan melatih respon otak untuk menjadi kritis. Membacakan buku cerita kepada anak, juga merupakan langkah memperkenalkan buku kepada anak yang pada akhirnya anak akan merasa cinta dengan buku dan memperkuat kebiasaan berliterasi, terutama literasi baca tulis.

Memperkenalkan buku pada anak sejak dini, akan membangun kebiasaan yang baik dalam mengembangkan pengetahuan dan membuat anak kaya akan kosa kata dan pada akhirnya anak menjadi pandai dalam menulis dan membaca dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. (Kemendikbud, 2019)

Seperti pendapat dari Hendrik Efriyadi, dalam artikel yang berjudul Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini yang dimuat dalam situs Sahabat Keluarga, menuliskan bahwa membaca akan membuat anak lebih kaya perbendaharaan kosakata, memperlancar kemampuan berbicara, menambah pengetahuan di luar yang diajarkan orangtua dan lingkungan, menambah motivasi, meningkatkan kreativitas dan satu lagi, dengan membaca akan mempengaruhi karakter anak. Sebaliknya, anak-anak yang kesehariannya hanya diisi dengan menonton televisi dan bermain game, mereka akan berpotensi besar tumbuh menjadi anak yang manja, egois dan individualis.

Uraian diatas menunjukan betapa pentingnya pembiasaan literasi bagi anak-anak yang dapat dimulai dalam lingkungan yang pertama dan utama, yaitu lingkungan keluarga.

Fakta menunjukan bahwa Negara-negara maju di dunia, salah satunya adalah ditunjukan dengan kebiasaan literasi terutama baca buku warga negaranya yang tinggi. Negara maju biasanya ditunjang dan ditunjukan dengan warga negaranya yang literat.

Betapa penting dan utamanya peran keluarga untuk membangun Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang literat yang akan membawa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Semoga. #SahabatKeluarga, #LiterasiKeluarga

 

Kepustakaan :

Efriyandi, Hendrik (2018). Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini.  https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4762 Diakses : 5 September 2019, 8:27 PM

Kemendikbud. (2019). Menumbuhkan Minat Baca Anak Seri Pendidikan Orang Tua. Jakarta

Kurnia, Novi. (2017). Literasi Digital Keluarga Teori dan Praktik Pendampingan Orangtua terhadap Anak dalam Berinternet. Center For Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta

OECD (2016), PISA 2015 Assessment and Analytical Framework: Science, Reading, Mathematic and FinancialLiteracy, PISA

 

#SahabatKeluarga

#LiterasiKeluarga


Mengenal ISBN

7 Juli 2019

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

Fungsi ISBN

  1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
  2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
  3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London

Struktur ISBN

Nomor ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan struktur sebagai berikut:

Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9

Maksudnya adalah :

 

  •  Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
  • Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default)
  • Kode penerbit (publisher prefix) = 8519
  • Kode Judul (title identifier) = 93
  • Angka pemeriksa (check digit) = 9

 

Terbitan yang dapat diberikan ISBN

  1. Buku tercetak (monografi) dan pamphlet
  2. Terbitan Braille
  3. Buku peta
  4. Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif
  5. Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD
  6. Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet)
  7. Salinan digital dari cetakan monograf
  8. Terbitan microform
  9. Software edukatif
  10. Mixed-media publications yang mengandung teks

Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN

  1. Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
  2. Iklan
  3. Printed music
  4. Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
  5. Kartu ucapan
  6. Rekaman musik
  7. Software selain untuk edukasi termasuk game
  8. Buletin elektronik
  9. Surat elektronik
  10. Permainan

Pencantuman ISBN

ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:

ISBN 978-602-8519-93-9

Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:

  1. Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
  2. Verso (dibalik halaman judul) (halaman copyright)
  3. Punggung buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan

Sumber : Perpustakaan Nasional (https://isbn.perpusnas.go.id/Home/InfoIsbn)

Demikian informasi singkat tentang ISBN, semoga bermanfaat.