17 Mei 2013

Kuala NamuWelcome To My Blog, Selamat Datang, Sugeng Rawuh, Wilujeng Sumping…

Inilah blog saya, saya mengundang anda untuk ikut memberikan apapun, tanggapan, kritikan, atau saran dan masukan terhadap isi dari blog saya ini.

Karena saya menganggap, semua itu adalah pemacu untuk lebih baik lagi dalam mengelola blog atau rumah kedua saya ini, serta sarana menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman dimanapun berada, meskipun tidak bisa bertatap mata.

Oke, selamat datang di blog saya, selamat membaca atau mungkin mengambil bahan-bahan yang dirasakan bermanfaat dan anda butuhkan.

Terimakasih, Haturnuhun, arigato, maturnembah nuwun……

Sumarso


23 Januari 2009

Tanggal Penting UN Ralat


Bentuk Soal UN 2015 Masih Pilihan Ganda

30 Januari 2015

UN 2013Jakarta, 29 Januari 2015—Bentuk soal Ujian Nasional 2015 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Standarnya juga masih sama, tetapi tidak menentukan kelulusan.

“Semua (soalnya) masih pilihan ganda baik yang menggunakan kertas maupun yang menggunakan komputer,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kapuspendik Balitbang Kemendikbud) Nizam saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Nizam menyampaikan hal tersebut menanggapi keresahan publik atas pemberitaan di media yang menyebutkan bentuk soal UN 2015 tidak lagi menggunakan pilihan ganda. “Supaya semua kondusif, saya ingin sampaikan UN di 2015 bentuk-bentuk soalnya masih sama dengan tahun 2014, 2013, dan 2012,” katanya.

Pihaknya juga meralat jadwal UN untuk jenjang SMP sederajat dari yang diumumkan sebelumnya yaitu 4-6 Mei 2015 menjadi 4-7 Mei 2015, sedangkan untuk jenjang SMA sederajat tetap 13-15 April “Dikarenakan untuk SMP ada empat mata pelajaran. Seluruh persiapan Insya Allah sesuai jadwal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Nizam menyampaikan, pihaknya baru-baru ini mendapatkan kunjungan dari delegasi Malaysian Qualifications Agency (MQA) semacam Badan Standar Nasional Pendidikan plus Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi di Indonesia. Dia mengatakan, MQA selama beberapa tahun terakhir menggunakan hasil UN untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Malaysia dengan bobot 90 persen.

 “Anak Indonesia kalau mau mendaftar di Malaysia cukup menggunakan hasil UN. Sebanyak  10 persen adalah prestasi seni, olahraga, dan pengalaman berorganisasi,” katanya.

Nizam mengatakan, selain digunakan oleh kampus di Malaysia, hasil UN juga digunakan sebagai persyaratan masuk PTN di Hongkong.

Nizam menambahkan, pada tahun ini mulai dirintis UN berbasis komputer secara daring atau online. Pihaknya telah mengirimkan data sebanyak 862 sekolah kepada dinas pendidikan provinsi untuk diverifikasi kelayakan. “Soalnya setara dengan yang berbasis kertas. Model soal pilihan ganda dan waktunya juga sama,” katanya.

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/siaranpers/3782


Kebijakan UN Diubah Untuk Kuatkan Tujuan dan Fungsi UN

23 Januari 2015
Jakarta, Kemendikbud — Ujian nasional (UN) tahun ini akan kembali diselenggarakan pada 13-15 April 2015 untuk SMA/SMK/sederajat dan 4-6 Mei 2015 untuk SMP/sederajat. Kebijakan UN tahun ini tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa. Sekolah diberikan kewenangan menilai secara komprehensif seluruh komponen pada siswa untuk menyatakan tamat atau tidaknya peserta didik dari jenjang pendidikan tertentu.
Demikian salah satu isi dalam jumpa pers yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (23/1/2015). “Kementerian menyadari, kita tidak bisa menilai mutu layanan pendidikan semata-mata dari satu indikator. UN hanya satu dari sekian banyak indikator dalam standar nasional pendidikan. Dalam konteks evaluasi hasil belajar, UN bukan hanya satu-satunya, tetapi satu dari banyak indikator untuk menilai kinerja layanan pendidikan,” tutur Mendikbud di hadapan para awak media.
Ia menjelaskan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa sesungguhnya berhak mengetahui capaian kompetensinya dan negara berkewajiban memenuhi hak itu. “Jadi pengukuran capaian standar kompetensi lulusan adalah peran negara untuk memenuhi hak peserta didik,” tambahnya.
Mendikbud mengatakan, UN seharusnya memberi dampak positif bagi siswa, guru, dan komunitas pendidikan yang lebih luas lagi. Namun, kenyataan di lapangan justru menimbulkan perilaku negatif, seperti terjadinya kecurangan, siswa mengalami distress, dan lain-lain. “Mengapa ini terjadi? Karena sifat ujiannya itu high-stake testing. Nah, kita ingin mengubahnya,” ucap Mendikbud.
Maka, upaya perbaikan yang dilakukan adalah dengan memperbaiki mutu pendidikan melalui berbagai alat pengukuran yang bukan hanya UN, memberikan otonomi pada sekolah dan mengurangi tekanan yang tidak perlu, dengan cara memisahkan ujian nasional dari kelulusan. “Kita juga ingin memperbaiki sistem penilaian menjadi lebih bermakna, dan mendorong pembelajaran serta integritas,” kata Mendikbud.
Dari upaya perbaikan itu, Mendikbud memaparkan rencana perubahan yang akan terjadi pada UN tahun ini. Pertama, UN tidak untuk kelulusan. Sekolah sepenuhnya diberikan kewenangan mempertimbangkan seluruh aspek dari proses pembelajaran, termasuk komponen perilaku siswa untuk menentukan lulus tidaknya mereka dari jenjang pendidikan tertentu.
Kedua, UN dapat ditempuh lebih dari sekali. “Bagi mereka yang hasilnya kurang, punya kesempatan memperbaiki dan mengambil ujian ulang. Karena tujuan UN kan bukan menjadi hakim, tapi alat pembelajaran. Kita ingin mengubah UN dari sekadar alat menilai hasil belajar, tetapi alat untuk belajar,” tandanya.
Ketiga, UN wajib diambil minimal satu kali oleh setiap peserta didik. “Tahun ini kita tidak menyelenggarakan ujian ulang, karena 2015 ini transisi. Konsep ini akan diterapkan tahun depan. Bagaimana caranya? Awal semester akhir peserta didik sudah dapat mengambil UN. Dan bila diperlukan ada perbaikan, maka mereka bisa melakukan perbaikan di akhir semester akhir. Tapi ini baru bisa diterapkan di 2016,” ungkap Mendikbud.

Agenda Kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Periode Semester 2 Tahun 2014/2015

19 Januari 2015

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP PMP) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan agenda kegiatan penjaminan mutu pendidikan, antara lain Regristasi Ulang NRG, Keaktifan NUPTK Semester 2, PKG Periode semester 2, serta EDS bagi sekolah yang belu  melengkapinya. Informasi tersebut berdasarkan Surat dari Kepala BPSDMP PMP Nomor : 664/J/LL/2015 Tanggal 2015, yang telah dikirimkan melalui akun masing-masing PTK di Padamunegeri.

Bagi yang belum mendapatkan surat tersebut silahkan Bapak/Ibu klik gambar dibawah ini :

surat_pmp


Kisi-Kisi Ujian Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2014/2015

6 Januari 2015

Pelaksanaan Ujian Nasional kemungkinan besar tetap akan dilaksanakan ditahun 2015 ini, meskipun kita belum tahu bagaimana tentang prosedur pelaksanaan baik tentang komposisi nilai akhir bagi peserta didik maupun batas kelulusan peserta didik dalam ujian nasional. Sambil kita menunggu peraturan mendikbud tentang Ujian Nasional 2015, saya sampaikan Peraturan Kepala BSNP tentang Kisi-kisi ujian Nasional tahun 2015, sebagi bahan mempersiapkan anak didik kita menghadapi Ujian Nasional atau apalah nanti Namanya, agar siswa siap mengerjakan soal-soal ujian. Untuk mengunduh Peraturan Kisi-Kisi Ujian Nasional 2015, silahkan klik Disini!!!


Permendikbud No. 114 Tahun 2014 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan

6 Januari 2015

Ujian Nasional tahun 2015 akan dilaksanakan kembali meskipun sampai tulisan ini saya posting, belum ada Prosedur Operasi Standar (POS) tentang Ujian Nasional Tahun 2015. Berikut saya posting Peratauan Mendikbud No. 114 Tahun 2014 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik. Permendikbud ini masih ditandatangani oleh Bapak Mohamad Nuh. Kita belum tau apakah nanti ada Permendikbud yang baru untuk menggati permendikbud ini. Sebagai bahan masukan silahkan unduh Permendikbud tentang kriteria kelulusan peserta didik Disini!!


Petunjuk Teknis Bantuan Opersasional Sekolah (BOS) Tahun 2015

25 Desember 2014
BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk
penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak dll.
Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban
masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu, serta berperan dalam mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sekolah-sekolah yang belum memenuhi SPM, dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada sekolah-sekolah yang sudah memenuhi SPM.
Agar Pelaksanaan BOS disekolah tepat sasaran dan sesuai dengan aturan maka diterbitkanlah Juknis Tentang Penggunaan dan Pelaporan dana BOS tersebut. Juga seperti tahun sebelumnya, tahun 2015 ini Kemendikbud juga telah menerbitkan Permendikbud tentang Junknis BOS 2015. Untuk mendownload Permendikbud tersebut silahkan Bapak/Ibu klik Disini !!
Atau Klik Tautan Dibawah ini :

Permendikbud dan Peraturan Bersama Tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

25 Desember 2014

Yth. Bapak/Ibu guru dimanapun berada, berkaitan dengan surat edaran Mendikbud berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dan untuk menyikapi kebijakan tersebut disekolah, bersama ini saya sediakan Permendikbud tentang Kurikulum 2013 serta Peraturan Bersama tentang Juknis Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Untuk mendownloadnya, silahkan Bapak/Ibu klik tautan dibawah ini :

1. PERMENDIKBUD No. 160 Tahun 2014

2. Peraturan Bersama Dirjen Dikdas dan Dirjen Dikmen Tentang Juknis Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

3. Surat Edaran Tentang Sekolah Yang Melaksanakan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

 

Dengan adanya dokumen-dokumen tersebut, semoga Bapak/Ibu guru serta pemangku kepentingan pendidikan yang lain menjadi jelas dan tidak ragu dalam melaksanakan kurikulum di sekolah Bapak/Ibu. Terpenting jangan sampai anak didik menjadi korban dan dirugikan karena adanya perubahan kebijakan ini. Ingat, kuriukulum diciptakan dalam rangka memberi layanan terbaik bagi anak-anak didik kita. Selamat bekerja sukses untuk anda.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.